dparagon.com – Buku dan televisi? jelas sekali dua hal yang berbeda. Banyak orang mengatakan bahwa banyak membaca akan membuat kita semakin pintar, dan menonton televisi akan membuat otak kita semakin tumpul & malas. Benarkah? Apakah ada penelitian mengenai hal ini? Baiklah, kita bahas langsung yuk.

buku & televisi

Ada banyak sekali buku terkenal dan banyak dibaca yang kemudian difilmkan. Ada buku seperti Harry Potter, Laskar Pelangi, bahkan The Hobbit. Lalu apakah orang yang membaca buku tersebut lebih pintar daripada mereka yang menonton filmnya? Tidakkah kita ingat bahwa ada buku yang memang tertulis dan tersampaikan dengan baik ke pembaca, dan kemudian ada buku yang penulisannya bahkan tidak baik?

Menonton atau Membaca?

Ternyata ada loh penelitian mengenai bagaimana dua media ini mempengaruhi kita. Pada tahun 2013, sebuah penelitian dilakukan di Universitas Tohoku, Jepang. Team yang dipimpin oleh Hiraku Takeuchi, memeriksa bagaimana efek televisi dan lama penggunaannya terhadap otak dari 276 anak. Takeuchi menemukan bahwa anak-anak yang menonton tv, beberapa bagian otak yang berhubungan dengan gairah dan agresi, meningkat dan menebal. Lobus frontal juga menebal, yang menyebabkan menurunnya kemampuan penalaran verbal.

Penelitian lain yaitu tentang membaca, yang dilakukan oleh Greg Burns dan kawan-kawannya di Universitas Emory. Mereka meminta sejumlah mahasiswa untuk membaca buku Pompeii karya Robert Hariss. Ternyata dari penelitian itu ditemukan bahwa membaca meningkatkan bagian otak yang berhubungan dengan bahasa, ada juga peningkatan aktivitas di daerah motori sensorik otak, dikarenakan pembaca yang merasa mengalami sensasi seperti tokoh utama.

      Lalu, bagaimana jika orangtua menonton film edukasi bersama anak? Ternyata menonton film edukasi bersama pun, akan menurunkan kualitas interaksi antara anak dan ibu, karena tv yang memang membuat kita menjadi pasif. Sebaliknya, jika orang tua membaca bersama anaknya, akan terjalin komunikasi yang lebih berkualitas. Orang tua akan menjelaskan suatu kata ataupun kejadian yang berlangsung secara detail kepada anaknya, menjelaskan kata baru yang mungkin anaknya tidak tau. Selain itu, dengan membaca akan meningkatkan imajinasi dari anak itu sendiri sebagai pembacanya.

Bagaimana Berhenti?

Tapi bagaimana caranya agar berhenti menonton dan beralih membaca saja? Well, hal yang bisa kamu lakukan pertama kali adalah melepas sebuah kebiasaan. Jadi, ubahlah lingkungan mu, buat agar tidak ada yang bisa membuatmu melakukan kebiasaan untuk menonton lagi. Karena jika tetap berada di lingkungan yang sama, kemungkinan besar kamu akan kembali melakukan kebiasaan yang seharusnya sudah tidak kamu lakukan.Semoga berhasil!

Source : journal.thriveglobal.com, lifehack.org

Tinggalkan Sebuah Balasan