Buah Kopi

Sebagian orang sangat menyukai kopi, aromanya yang wangi, apalagi jika diseduh dengan air panas ditambah gula. Bahkan ada yang hanya minum kopi dipagi hari sebagai pengganti sarapan. Disamping itu kenikmatan kopi ini mampu mengurangi resiko terserang berbagai penyakit  seperti diabetes, kanker, jantung dan batu empedu.
Akan tetapi, dibalik manfaat dan kenikmatan kopi ini tersimpan zat senyawa berbahaya yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang. Efek yang ditimbulkan adalah berupa kecanduan setelah mengkonsumsinya. Zat yang memberikan efek kecanduan tersebut adalah kafein. Kandungan kafein dalam kopi sangat tinggi.
Oleh sebab itu, jika mengkonsumsi kopi terus menerus dalam  waktu yang panjang dapat menimbulkan bahaya seperti pengerasan dinding arteri yang pada akhirnya berujung pada gangguan kinerja jantung. Selain itu mengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, diantaranya :

 

  • Bagi penderita hipertensi,senyawa kafein dapat menimbulkan munculnya tekanan darah tinggi.
  • Bagi wanita yang sedang hamil, dapat meningkatkan denyut jantung secara drastis dan langsung menyerang plasenta.
  • Menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh endapan lemak sehingga beresiko serangan jantung dan stroke.
  • Merangsang munculnya pengeroposan tulang
  • Bayi yang dilahirkan oleh wanita pencandu kopi akan mengalami kesulitan bernafas.
  • Menyebabkan insomnia, cepat marah, sakit kepala, mudah gugup, dan merasa tegang.
  • Menimbulkan penyakit kanker payudara dan kandung kemih.

 

Di samping efek diatas terdapat gejala secara psikologis bagi pecandu kopi yaitu munculnya kekhawatiran yang berlebihan, sering muntah – muntah perasaan gelisah dan kebingungan mental yang sangat kronis. Untuk itu bagi Anda pecinta kopi agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya.

Bahaya minum kopi setelah makan

Minum kopi setelah makan memang bisa memberikan kenikmatan tersendiri. Sayangnya, jika kita melakukannya setelah mengkonsumsi makanan berlemak, maka hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Fakta ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan di University of Guelph. Marie-Soleil Beaudoin bersama dengan Lindsay Robinson dan Terry Graham yang melakukan penelitian ini menyebutkan bahwa kombinasi lemak dan kafein yang ada dalam kopi ternyata bisa menaikkan kadar gula dalam darah hingga 2 kali lipat sehingga jika kita kerap melakukannya, dikhawatirkan bisa meningkatkan resiko terkena diabetes.

Menurut Beaudoin, lemak jenuh dari makanan yang kita konsumsi sudah mampu menurunkan kemampuan tubuh dalam membersihkan kadar gula dalam darah. Jika kita menambah asupan kafein dari kopi, maka dampaknya akan jauh lebih buruk. Hal ini akan membuat kadar gula dalam darah tetap tinggi dalam waktu yang lama dan pada akhirnya menyebabkan diabetes.

Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Nutrition ini, beberapa pria sehat diminta untuk mengkonsumsi minuman koktail yang berisi lemak. Enam jam kemudian para pria ini diminta untuk mengkonsumsi minuman bergula. Hasilnya adalah, kadar gula darah para relawan ini meningkat hingga 32 persen. Percobaan lain juga dilakukan dengan cara mengkombinasikan makanan berlemak, kopi berkafein, dan minuman bergula. Hasilnya adalah, peningkatan kadar gula darah ini mencapai 65 persen dan bahkan bisa bertahan hingga berjam-jam lamanya.

Selain meningkatkan kadar gula darah, kombinasi antara lemak dan kafein ini bisa mengganggu komunikasi dari usus dan pankreas yang akhirnya membuat tubuh tidak mampu membersihkan gula dalam darah.

Dengan adanya fakta ini, ada baiknya kita memberikan jeda antara waktu makan dan waktu minum kopi dan tidak langsung meminumnya setelah makan.

Tinggalkan Sebuah Balasan