Solo Memiliki Destinasi Kuliner Legendaris  yang Bikin Kangen

Kota Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota yang paling favorit dikunjungi di Jawa Tengah. Tak heran jika wisata kuliner Solo juga menjadi salah satu yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Ada beragam kuliner Solo yang enak tapi tetap murah dan sangat ramah di kantong. Inilah alasan paling tepat untuk menghabiskan liburan tahun baru, liburan panjang hingga liburan lebaran di Kota Solo yang dikenal sebagai sentra penghasil batiknya.

1. Nasi Liwet

Solo memiliki kuliner khas yang paling terkenal yaitu nasi liwet. Berasnya dimasak dengan kaldu ayam yang membuat nasi terasa gurih dan beraroma lezat. Nasi tersebut dicampur dengan sayur labu siam yang dimasak sedikit pedas, isinya biasa berupaa telur pindang rebus, daging ayam suwir, kumut (terbuat dari kuah santan yang dikentalkan). Disajikan dengan daun pisang yang dipincuk. Nasi Liwet bisa di dapatkan di Warung Nasi Liwet Wongso Lemu Keprabon yang buka mulai jam 18.00 WIB

 

2. Tengkleng

Solo punya menu yang bikin ngiler semua wisatawan yaitu Tengkleng solo Bu Jito Dlidir menyuguhkan masakan penggugah selera. Harganya Rp 20.000 untuk setiap satu porsi. Berlokasi di Jalan Kolonel sugiyono 67 solo, menjadikannya tempat makan yang strategis.

Tengkleng solo Bu Jito Dlidir merupakan masakan nusantara khas solo, yang dibuat oleh masyarakat asli penduduk surakarta dengan bahan-bahan bumbu minimalis tapi menghasilkan citarasa yang maksimal. Sebuah masakan yang kaya akan makna tradisi kearifan lokal. Rasa kuah tengkleng kambing gurih-asam-manis-asin yang berasal dari campuran belasan bumbu seperti lengkuas, serai, kemiri, kunyit, bawang merah, bawang putih, daun salam, ketumbar, lengkuas, dan sebagainya.

Bumbu-bumbu tersebut direbus hingga berjam-jam bersama tulang belulang kambing, termasuk bagian tengkoraknya. Tidak heran bila bumbunya meresap hingga ke tulang. Daging yang masih menempel itu pun lebih empuk ketimbang daging kambing yang dimasak sate atau gule. Sehingga saat disajikan barcampur nuansa empuk dan bumbu rempah – rempah yang klasik.

Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir yang Unik dengan mengedepankan rasa klasik. Kuah encer menyatu dengan daging yang menempel di tulang mengingatkan kita pada suasana ‘ Ndeso ‘ ( Tradisional ). Suasana yang ngangeni ketika teringat kota solo.

Tengkleng solo Dlidir memang istimewa. Nyaris tak ada aroma prengus kambing, aroma prengus biasanya berasal dari bulu-bulu di kepala kambing yang terkadang masih tersisa. Oleh karena itu, sebelum dicuci dengan air, kepala kambing dibakar dan dikerik hingga benar-benar tidak ada sisa rambutnya, Demikian pula dengan kaki kambing.

Keunikan lain dari warung tengkleng bu Jito Dlidir adalah dapurnya. Kami mengolah bahan balungan dengan di masak secara unik. Setiap daging yang menempel di tulang langsung lepas ketika anda menyruputnya ( memakannya ). Karena waktu memasak tulangnya butuh waktu hingga 5 jam. Bumbunya meresap hingga keseluruh bagian dagingnya. Sehingga menghasilkan masakan yang spesial untuk Anda.

Warung tengkleng bu Jito Dlidir juga memiliki fasilitas lainya seperti lahan parkir yang luas. Sehingga Anda merasa aman dan Nyaman saat menikmati suguhan kami. Selain parkir luas juga tersedia : musholla, es degan ( kelapa muda ) murni dan fitur lainnya yang menunjang fasilitas anda dalam menikmati tengkleng solo.

 

3. Timlo

Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam. Menu ini disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Berbeda dengan daerah lain, timlo solo tidak memakai soun dan jamur. Warung Timlo dapat dijumpai di Timlo Sastro Timur Pasar Gede buka pukul 07.00 WIB dan Timlo Solo di Jl Urip Sumoharjo buka pukul 09.00-21.00 WIB.

 

4. Selat Solo

Selat Segar Solo adalah salah satu bentuk percampuran masakan berkuah dari barat dengan selera lidah lokal yang menciptakan makanan khas solo. Racikan selat solo merupakan adaptasi dari salad yang terdiri dari dagingyang diiris tipis, ditambah rebusan buncis, kentang, wortel, telur pindang, dan mayonaise. Racikan ini kemudian disiram dengan kuah kecap encer. Warung selat yang terkenal di Solo adalah Warung Selat Mbak Lies di Serengan yang buka pukul 09.00 WIB dan RM Kusuma Sari di Perempatan Nonongan yang buka mulai pukul 09.00 WIB.

5. Sambel Tumpang

Solo memiliki menu sambel tumpang terdiri dari nasi putih yang ditumpangi aneka sayuran rebus seperti bayam, taoge, dan kacang panjang kemudian disiram kuah kental. Kuah ini dibuat dari campuran santan dan tempe semangit (tempe yang mulai membusuk) yang dihaluskan. Biasanya di dalam kuah tumpang ini terdapat tahu putih, telur dan krecek (kulit sapi). Sambel tumpang ini sering juga dinikmati dengan bubur panas yang biasa disebut bubur tumpang. Nasi sambel tumpang ini bisa dijumpai di Seputaran Stadion Manahan yang buka mulai pagi.

6. Sate Buntel

Sate Buntel sate kambing khas kota solo terbuat dari daging kambing yang dicincang, diberi bumbu bawang dan merica dan kemudian dibuntel (dibungkus dengan lemak kambing). Dimakan bersama kecap, irisan cabe rawit, bawang merah, irisan kol dan tomat. Menu yang lain adalah sate kikil kambing dan gule sumsum. Warung sate kambing dapat dijumpai di Jl. Sutan Syahrir No. 39 Widuran.

7. Gule Goreng

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Kota Solo, tidak ada salahnya menjajal aneka wisata kuliner di kota itu. Satu di antaranya, warung aneka masakan daging kambing Pak Samin, yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati daging kambing. Menu spesial di Warung Pak Samin ini bisa dikatakan sebagai menu yang tidak ada duanya di seantero Kota Solo. Warung di Jl Diponegoro No. 36, Solo (kawasan Ngarsopuro) ini menyajikan gulai yang agak berbeda, yakni Gulai Goreng (gulgor).

Daging Gulai Goreng, disajikan dalam piring terpisah dengan nasi yang panas mengepul. Di piring yang lain, Pak Samin menyediakan kuah gule, yang juga panas. Dari saat Gulai Goreng dimasak saja, sudah tercium wangi nikmatnya. Begitu jeroan goreng masuk ke mulut, sensasinya pun seperti makan kerupuk, garing. Rasanya pun makin mantap ketika dimakan bersama kuah gule dan nasi panas. Agar makin mantap, Gulai Goreng pasnya dinikmati dengan teh tawar panas untuk menetralkan rasa.

Selain bisa dimakan bersama nasi, Gulai Goreng juga enak untuk camilan. Pak Samin mengaku kerap menerima pesanan Gulai Goreng tanpa kuah untuk kudapan rapat yang diselenggarakan di hotel berbintang. Satu porsi Gulai Goreng di warung yang buka pukul 06.30 WIB-15.00 WIB ini dihargai Rp22.000 sudah termasuk nasi putih. Pak Samin memulai usahanya sejak tahun 1967. Setiap harinya Pak Samin membutuhkan 2-3 ekor kambing untuk warungnya, kambing yang digunakan pun hanya kambing yang masih berusia muda.

Warung Pak Samin juga menawarkan menu lain, seperti sate kambing, sate buntel, tongseng mau pun gule biasa. Minuman yang ditawarkan di warung ini juga ada satu yang spesial, yakni limun sarsaparilla. Yang dijual di sini mereknya Indo Saparella. Minuman jadul ini hadir dengan kemasan botol baru yang unik.

8. Surabi Solo

Serabi Solo berbeda dengan serabi daerah lain. Jajanan ini tidak dimakan bersama kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manisa dan gurih. Serabi Solo terbuat dari adonan tepung beras, gula pasir, santan dan berbentuk bulat dengan kerak disekelilingnya yang kering dan renyah. Selain polos, serabi solo juga memakai toping yang beraneka macam seperti taburan coklat, nangka, dan irisan pisang. Makanan ini bisa dijumapi di Serabi Notosuman di Jl. Moh Yamin Notosuman dan Warung kaki lima disepanjang Jl. Slamet Riyadi (buka dari sore hingga malam).

9. Dawet Ayu Pasar Gede

Siang yang panas di kota solo tak ada yang lebih nikmat selain menikmati segarnya minuman dingin. Kalau sekadar es teh sih sudah biasa, kali ini saya kepengen minuman segar yang beda, saya sedang ngidam es dawet telasih (selasih), hehe.

Tak banyak penjual dawet yang bisa ditemui di Solo, tapi kita bisa menemukannya dengan mudah di dalam Pasar Gedhe Solo. Di sana ada beberapa penjual dawet telasih, salah satu yang terkenal adalah Dawet Bu Dermi.

Berbeda dengan Dawet Ayu Banjarnegara, dawet telasih di Pasar Gedhe isinya lebih kaya, terdiri dari bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji telasih. Jadi, selain menyegarkan, minuman ini sekaligus bisa mengenyangkan.

Dawet Yu Darmi sampai saat ini sudah bertahan hingga tiga generasi. Resepnya aslinya pun masih dipertahankan, warna hijau cendol itu berasal dari pewarna alami, yakni perasan daun suji. Dan menggunakan gula asli , bukan pemanis. Air dawet telasih didominasi warna putih, bukan kecoklatan seperti dawet atau cendol di daerah lain. Santan yang digunakan pun ada dua jenis, yakni santan encer dan santan kental.

Tempat berjualan dawet Bu Dermi ini ukurannya kecil dan hanya menyediakan dua bangku panjang. Saat ramai pembeli, Anda harus rela mengantri. Atau, kalau Anda tak nyaman berkudap di dalam suasana pasar yang ramai dan berteman bau yang tak sedap, Anda bisa membungkus dawet ini untuk dinikmati di rumah.

Satu mangkok dawet telasih harganya cuma Rp 5.000,

10. Cabuk Rambak

Rambak sebenarnya dikenal tidak hanya di Surakarta tapi juga di beberapa kota di Jawa Tengah. Rambak sebenarnya adalah kerupuk yang terbuat dari kulit sapi kering. Awalnya Cabuk Rambak harus disajikan dengan kerupuk atau kulit sapi kering ini yang digoreng dan menjadi kerupuk. Namun, karena harga rambak telah menjadi lebih mahal, tidak terjangkau bagi penduduk desa. Maka kemudian diganti dengan kerupuk nasi yang di Solo dikenal dengan nama kerupuk karak. Sedangkan kata Cabuk mengacu pada saus wijen yang bahan utamanya adalah wijen dan parutan kelapa? Kedua buah ini dimasak dengan bumbu tumbuk ditambahkan, terdiri dari daun jeruk nipis, bawang putih, pala, kencur, merica bubuk dan gula pasir dan garam, tambahkan dengan sedikit air dan aduk sampai mengental.

Belakangan Cabuk rambak sudah agak sulit ditemukan di Solo. Hanya di tempat-tempat tertentu seperti Pasar Gede yang merupakan pasar tradisional terbesar di Solo, kita bisa melihat kuliner Solo yang khas ini. Tapi pada hari Minggu dari pagi sampai sore hari, kita bisa menemukannya di Pasar Minggu di Manahan, tepatnya di kompleks Stadion Manahan mulai pukul 06.00 sampai kira-kira pukul 13.00 siang. Tapi jika Anda ingin menikmati Cabuk Rambak di malam hari, Anda bisa pergi ke Night Market yang diadakan pada hari Sabtu dan Minggu di Pasar Windujenar atau Ngarsopuro Markets. Untuk menikmati Rambak Cabuk Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Sebenarnya, harganya sangat murah, hanya Rp.2500 sampai Rp.3000 untuk sebuah pincuk dari Cabuk Rambak. Meski satu pincuk atau porsi Cabuk rambak mengandung beberapa karbohidrat, namun karena penyajiannya tidak begitu banyak maka itu dianggap sebagai kudapan, karena porsi yang dijamin tidak akan membuat Anda puas.

Tinggalkan Sebuah Balasan