Pulau berhala terletak pada posisi LS 0′ 51′ 23′ dan BT 104′ 24’35 ‘. Sampai sekarang, pulau ini masih bersengketa ( antara provinsi kepulauan Riau dengan provinsi Jambi ) dan ditetapkan dalam status quo oleh pemerintah RI. Dari segi geografis, pulau ini barangkali adalah salah satu gugus kepulauan Singkep ataupun kepulauan bangka-belitung yang terpisah. Dari segi historis, di pulau ini terdapat Makam dan tapak kaki Datuk Paduko Berhalo yang merupakan salah satu raja yang terkenal pada masa kerajaan melayu Jambi (Inilah mungkin yang menyebabkan kedekatan historis tak terbantahkan antara pulau berhala dengan provinsi Jambi).

berhala 2

Tapi, sekarang kita tidak akan berbicara masalah sengketa tersebut. yang akan kita bicarakan adalah keindahan pulau tersebut yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan.

Kondisi Alam

pulau berhala 1

Pantai pulau berhala berpasir putih, tidak kalah dengan pantai Lombok, dengan batuan beku berukuran besar mirip pantai yang umum di pulau belitung (tempat syuting film Laskar Pelangi). Ada kemungkinan bahwa pulau ini termasuk gugus kepulauan Bangka-Belitong. Di sepanjang pantai banyak terdapat batu kerikil berwarna yang indah-indah. selain itu, nyiur (kelapa) yang tinggi-tinggi juga menambah pesona pulau berhala.

Pada zaman Jepang, pulau berhala menjadi markas pengintaian tentara kerajaan jepang. Hal ini dibuktikan dengan penemuan meriam jepang. meriam ini kemungkinan besar digunakan untuk menembak kapal laut dan pesawat yang melintas di sekitar pulau berhala.

Mitos setempat

berhala 4

Bagi wisatawan yang ingin atau sedang menikmati keindahan pulau ini, dianjurkan sekali untuk mematuhi kearifan lokal. Ada mitos yang cukup misterius dan menyeramkan, yaitu: “tidak boleh berpacaran atau berbuat asusila di wilayah pulau berhala”. Bagi yang melanggar, sanksinya tidak tanggung-tanggung : MATI.

Pernah ada cerita. Suatu saat, ada rombongan wisatawan domestik dari Tanjab timur (Jambi). mereka adalah rombongan anak Pelajar yang dipandu oleh beberapa guru. Saat berwisata dipulau ini, ada pasangan pelajar (cewek dan cowok) yang berciuman diam-diam di tepi pantai. Ketika rombongan tersebut pulang, tepatnya saat berada ditengah laut. Perahu motor yang mereka tumpangi diterjang ombak (ombak besar tiba-tiba datang). Beberapa penumpang terlempar ke laut dan tak terselamatkan. Mereka yang terlempar ditemukan telah meninggal dunia beberapa hari kemudian, dan sepasang pelajar tidak ditemukan dan dinyatakan hilang walau telah dilakukan pencarian beberapa hari. cerita seram ini diceritakan kembali Oleh guru saya yang pernah mengajar di Tanjung jabung Timur.

Bagus untuk dijadikan tempat belajar geologi

berhala3

Pulau ini cukup bagus untuk dijadikan tempat belajar ilmu geologi. Struktur batuannya unik dan menggelitik pengetahuan kita (Di tengah laut, ada batuan beku basalt. Apakah telah terjadi pengangkatan oceanic crust? ataukah dulu kawasan selat karimata adalah daerah gunung api?). sosial dan budaya masyarakatnya juga unik, dan pantas sekali jika dilakukan penelitian antropologi lebih lanjut. Dari sudut pandang pariwisata, pulau ini cocok dijadikan tempat berlibur sebagaimana pulau-pulau nan indah di Lautan teduh (mis :negara-negara pulau di samudera Pasifik).

Oya, satu lagi panduan bagi wisatawan, hati-hati mengambil foto di Pulau ini. Minta izin dulu pada sesepuh agar tidak terjadi hal yang aneh-aneh.

Sumber : https://www.kompasiana.com

Tinggalkan Sebuah Balasan