Sate Petir Pak Nano

Sate Petir

 

dparagon.com – Sate petir  merupakan Kuliner pedas hingga saat ini dapat menjadi salah satu pilihan favorit bagi para penjelajah kuliner. Banyak sekali kuliner Jogja yang disajikan dengan rasa pedas yang menggoda. Salah satu yang dapat menjadi inspirasi kuliner pedas di Jogja yaitu Sate Petir Pak Nano.

Racikan bumbu Pak Nano memang sangat khas dan sangatberbeda dengan kuliner rasa pedas biasanya. Rasa pedas yang sangat ekstrim menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner pedas. Walaupun sate petir Jogja ini begitu pedas gila-gilaan, tetapi hal itu tidak menyebabkan sakit perut. Jadi ketika menyantap Sate Petir Pak Nano, kita tidak perlu mengkhawatirkan dengan kesehatan perut kita.

Selain itu, sebelum kita menyantap sate  ini, Pak Nano dengan sangat ramah akan menyuruh kita untuk mencicipi terlebih dahulu tingkat kepedasannya. Sehingga rasa pedas dari Sate Petir Pak Nano ini dapat sesuai dengan selera selera pedas kita atau harapan kita harapkan

 

Hal yang menarik dari sate Petir Pak Nano

 

Jumlah lomboknya bisa di-kustom. Bisa dari 2 sampai 25 lombok. Banyak sedikitnya lombok mempengaruhi gelar yang akan diberikan penjualnya kepadamu. Kalau cuma 2 maka gelar yang diberikan adalah murid SD atau sekolah dasar. Bahkan, playgroup. Tapi kalau berani makan diatas 25 lombok maka pak Nano akan menyebut kamu profesor. Enak kan, ngga usah kuliah, cukup makan lombok sudah dapat gelar profesor.

Satenya lembut dan tidak prengus. Biasanya masalah utama dalam memasakn daging kambing adalah baunya yang prengus (apek). Namun, di warung sate petir pak Nano dagingnya aromanya segar dan tidak berbau. Sedangkan tekstur dagingnya lembut dan segar.

Santai dan kekeluargaan. Seperti yang dialami tim gudeg.net, saat keliatan kepedesan, salah satu anak pak Nano bertanya,”Kepedesan mas?” Ia melanjutkan, masih lombok dua saja kepedesan. “Itu masih level anak TK mas.” Obrolan santai di sana mencairkan suasana antara penjual dan pembeli. Di warung sate pak Nano antar pengunjung dengan pengunjung lainnya atau pak Nano dan keluarga biasanya sudah saling mengenal.

 

Tempat

Jika anda ingin mencicipi datang saja ke Jalan Ringroad Selatan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Setiap hari warung makan ini buka dari jam 12.00 dan biasanya sekitar pukul 18.00 dagangannya sudah habi

Simpan

Tinggalkan Sebuah Balasan